Monday, September 13, 2010

Cinta

Banyak yang bertanya, termasuk saya sendiri pun sering kali bertanya2, baik pada diri sendiri ataupun pada Tuhan. Memang saya ga pernah tanya arti cinta itu apa ke orang tua, ataupun temen-temen. Karena definisinya sendiri berbeda-beda dan bervariasi untuk tiap-tiap orang.

Cinta itu apa sih?

Arti sesungguhnya dan setulusnya dari kata 'cinta' itu sangatlah sulit untuk di described oleh seseorang ke orang lain. Seperti yang saya tulis di post kemarin-kemarin, saya sering banget merenung sendirian, berpikir, bertanya dan menjawab sendiri.

Banyak yang bilang, cinta itu buta. Padahal, menurut saya pribadi cinta itu ngga buta. Cinta bisa melihat. Tapi tak jarang bahwa cinta lah yang membuat KITA buta. Sebagai seorang manusia, pasti kita memilih siapa yang kita mau jadi pasangan kita. Okelah, saya masi 18 tahun, dan hidup saya masi bisa terhitung panjang kalau di izinkan oleh Yang Maha Kuasa. Pastinya saya juga memilih seseorang yang saya izinkan untuk menjadi orang terspecial di hati ini. Oleh karena itu, saya berani jamin kalau cinta saya itu engga buta, karena saya orangnya sangatlah picky, termasuk urusan cinta.

Memang, saya ada pengalaman cinta, dimana saya masih di dalam kategori 'tunas' yang sedang belajar memahami arti cinta itu sesungguhnya apa. Seiring berjalannya waktu dan pengalaman-pengalaman yang pernah hinggap di hidup saya, semakin seringlah saya merenung untuk berpikir sejenak dan memutar balikkan waktu yang ada di dalam memori saya. Cinta itu ribet and kata orang Jawa, njelimet. Sejauh pengalaman saya, cinta itu ngga seperti di film-film, drama-drama, atau sinetron-sinetron lebay yang sering saya tonton di Indo. Tidak juga seperti novel-novel ato komik yang dulunya sering banget jadi patokan saya untuk urusan cinta.

Di umur-umur yang masih belia ini, cinta memang sering mendampingi kita dalam menjalani aktivitas sehari-hari, dan kata Njes, cinta itu membuat mood kita lebih baik. Saya pun setuju. Tapi ada kalanya di mana masalah pun datang di antara sebuah pasangan. Dan kalau sudah begitu, pasti bawaannya bete melulu. Menurut novel-novel remaja yang isinya cinta-cinta'an, pasti salah satu pihak (lebih sering yang cowok) minta maaf dan ber-romantis-romantis ria supaya ceweknya ga ngambek lagi. Jujur saya sering kali berharap seperti itu kalau ada masalah dengan orang yang terdahulu menjadi seseorang yang sangatlah special di mata saya. Memang dia memenuhi semua itu, dia baik, dia romantis, dia penyayang, dia segala yang pernah saya damba-dambakan. Tapi akhirnya saya pun tersadar atas sifat dia yang sedikit berubah setelah mungkin lebih mengenal siapa saya. Hati pun serasa di sobek-sobek sampai mau di perbaiki pun sudah terlambat saking sudah hancur.

Dari pengalaman2 saya yang melambungkan hati setinggi langit ke tujuh, pasti ujung-ujungnya jatuh ke aspal keras yang menghancur-leburkan segalanya. Hidup saya pun di mulai lagi dari merangkak, sampai bisa berdiri tegap. Lalu, ketika ada lagi yang nyangkut di hati, seseorang yang special, temen-temen sering bertanya,

"Orangnya gimana Li?"
"Cakep ngga?"
"Pinter ato biasa2 aja?"

Sebenarnya itu adalah hal-hal yang wajar untuk di tanyakan. Tapi, justru hal-hal kecil seperti ini yang membuat saya berpikir keras. Apa yang saya mau dari cinta. Apa arti cinta yang sesungguhnya di mata saya. Apakah kekayaan? Apakah ketampanan?

Dari pertanyaan-pertanyaan ini, akhirnya saya pun merenung lagi. Saya dulu masih belum mengerti 'cinta' itu sesungguhnya apa. Dan mungkin sampai sekarang pun saya masih belum terlalu yakin dikarenakan saya masih belia dan pengalaman pun masih sedikit.

Yang bisa saya katakan untuk sementara ini, kekayaan dan ketampanan seseorang itu sifatnya sementara dan tidak pantas untuk di masukkan di dalam definisi cinta. Bukan berarti saya mau menjadi orang yang munafik, memang, semua perempuan pasti terpesona kalau lihat cowok yang ganteng dan gagah. Pasti terpesona juga apalagi kalau mereka tau cowok yang di taksir itu tajir. Sebenarnya yang kaya itu dia atau orang tuanya? Mereka punya kekayaan bukan di tanam di kebun belakang, bukan juga tanpa kerja keras yang menguras waktu. Bahasa kasarnya sih, kalau emang cinta sama kekayaannya, kenapa ga pacaran terus nikah sama duitnya aja?
Tapi bukan berarti juga kita ga boleh punya pacar yang cakep atau kaya atau keduanya. Kita harus terlebih dahulu mendefinisikan kata cinta yang kita inginkan. Mungkin ketampanan atau kekayaan bisa di lihat sebagai 'bonus' :)

Jawaban saya atas pertanyaan, "Cinta itu apa sih?" masih ngga jelas.
Tapi saya berani menekankan bahwa cinta itu tidak buta. Kalau kita sudah berhasil menemukan arti kata cinta yang sesungguhnya, yang datangnya dari hati yang terdalam, kitalah yang akan berbahagia karena setidaknya setengah dari tujuan hidup kita sudah terpenuhi.

Cinta adalah seberapa besar kasih kita kepada orang-orang yang kita anggap special di dalam hidup ini. Cinta adalah seberapa besar kemauan kita untuk saling melayani. Cinta adalah sesuatu yang sulit diterjemahkan oleh dunia, karena cinta datangnya dari hati tiap-tiap orang. Cinta itu suci. Cinta itu Tuhan. Cinta itu saling menyayangi.

Cinta itu ......
Kasih kita kepada Tuhan dan sesama :)

Find your own meaning of what 'LOVE' is :)

3 comments:

Jessica Halim said...

Eli, blog bahasa indo km bagus juga kok,hehe. bagi saya cinta itu diam ditempat dengan dengan mata dan hati menangkap setiap detail dia dan bersedia siap lari kappan aja untuk membantu mereka tanpa perlu ada yang tau, terus jalan ditempat lagi..

Cindy Monica said...

Elii, aku super likeeeee! =)

Elizabeth Sia said...

hihi makasi njes n cindyy :)

bwt njes, cintamu sungguhlah tulus nak. hihi :)
smoga yg terbaik selalu tersedia untukmu yah njes :D